RUBIK PUTIH
Suatu hari seorang pria duduk
termenung di sebuah taman. Ia memandangi sekelilingnya memikirkan
masalah-masalah yang ia alami, beberapa saat kemudian ia mulai bangkit dari
tempat duduknya berusaha untuk tegar dan kembali menyelesaikan
masalah-masalahnya. Namun geraknya terhenti seketika saat seorang bocah
laki-laki berdiri di depannya dan menatapnya.
“Ada apa ya dek?” tanya si pria
yang tengah kesusahan itu
“Maukah bapak menolong ku?” bocah
laki-laki itu berbalik menyatakan pertanyaan
“ya,boleh boleh saja,minta tolong
apa?” sambil tersenyum pria itu bertanya dengan senang hati
“bisakah bapak menyelesaikan
rubik ini?” dengan wajah memelas bocah
itu menyodorkan sebuah rubik kepada si pria
“wah,bukannya bapak tidak
bisa,tapi kelihatannya rubik ini sudah rusak” jawab si pria
“kenapa? Apa yang rusak,aku baru
beli kok” bantah si bocah
“seharusnya rubik itu mempunyai
beberapa warna,tapi yang ini semua warnanya sama,warna putih semua” jelas si pria
“jadi tidak ada yang perlu
diselesaikan?” tanya si bocah
“yah kalau begini apa lagi yang mau
diselesaikan warnanya udah sama semua
kok” kata si pria
“jadi untuk apa rubik ini bisa
diputar? Kalau memutar kemana pun hasilnya sama saja?” bocah itu kembali
bertanya,kali ini si pria terdiam dan tak tau harus menjawab apa kepada si
bocah
“pak...”sapa si bocah
“iya...”jawab si pria itu
“kenapa bapak terdiam?” tanya si
bocah dengan polosnya,tanpa menjawab pertanyaan si bocah, pria itupun langsung
mengambil rubik yang ada ditangan bocah itu
“rubik ini sudah selesai
sekalipun aku memutarnya keberbagai arah lain,warnanya masih akan tetap sama”
pria pun kembali memberikan rubik itu kepada si bocah dan pergi
“BAPAK TIDAK TAU KAN BAGAIMANA
MENYELESAIKANNYA!!!....” teriak si bocah
“IYA AKU TIDAK TAU...”pria itu
menjawab sambil tertawa. Dalam hati pria itu berkata ”ya,aku tidak tau,aku
melihatnya sudah selesai,dan kenyataannya itu memang sudah selesai,tapi dalam
hakikatnya saat kau memutar rubik kesisi yang lain, itu tidak akan sama dengan
yang awal,sekalipun kau melihatnya sama”.
THE
END
Komentar
Posting Komentar