Biodata dan Pengalaman Teman


Nama saya Muhammad Rifqa Mahfuzhi, Saya lahir di provinsi Riau tepatnya di kabupaten Tembilahan 27 februari 2000. Sebagai anak sulung dari 3 bersaudara saya dituntut untuk lebih mandiri dalam menjalani kehidupan dan mengatasi masalah-masalah yang saya hadapi. Terlahir dari keluarga yang bernotabene Pegawai Negeri Sipil tepatnya pengajar, ayah dan ibu saya menuntut anak-anaknya agar dapat memperoleh pendidikan yang layak. Sekarang saya menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta dan mengambil program strata 1 jurusan Psikologi. Sebelum berkuliah disana saya merupakan alumni dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Provinsi Riau tepatnya Kabuapaten Indragiri Hilir, namun disana saya hanya menempuh pendidikan selama tiga tahun dan setelah itu berpindah sekolah ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri di tempat yang sama. Setelah 6 tahun melalui jenjang pendidkan SD sederajat, saya melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri yang masih bertempat di Indragiri Hilir, 3 tahun menempuh pendidikan disana, banyak hal yang saya dapatkan khususnya dalam bidang bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Setelah menyelesaikan pendidikan disana saya melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di Jambi. Dengan sistem Boarding School banyak hal yang saya dapatkan di sekolah tersebut seperti peningkatan rasa disiplin, bertanggung jawab, tenggang rasa, dan juga hal-hal yang berkaitan dalam bidang akademik maupun non-akademik, sebagai salah satu sekolah unggulan di Indonesia Khususnya di Jambi MAN Insan Cendekia menuntut murid-muridnya untuk menjadi kreatif, inovatif serta profesional dalam menjalan tugas dan kewajiban, selain itu MAN Insan Cendekia juga memiliki target untuk mencetak alumni yang bukan hanya memiliki kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tapi juga dibekali dengan iman dan takwa. Dalam masa pendidikan yang saya tempuh, saya berhasil meraih beberapa macam penghargaan, mulai dari lomba debat berbahasa Indonesia se-provinsi jambi, menjadi pembicaca terbaik, hingga yang berbau relegius seperti ceramah agama dan syarhil Al-Qur’an. Hal-hal tersebut sesuai dengan hobi saya yaitu berbicara didepan umum, mengemukakan pendapat, berdiskusi dalam menyelesaikan masalah, dan hal lain yang berbau komunikasi dengan sesama. Berhasil masuk di salah satu perguruan tinggi yang cukup diminati di Indonesia terutama pada jurusan psikologi UIN Syarif Hidayatullah yang telah menduduki peringkat 5 besar Psikologi terbaik Indonesia di perguruan tinggi negeri membuat saya bersyukur diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi disana. Hal-hal tersebut tidak terlepas dari kontribusi ayah dan ibu, bapak dan ibu guru, serta teman-teman yang selalu mendukung, memotivasi, membantu menyelesaikan masalah, dan mendo’akan saya.
Di awal masa perkuliahan yang saya telah lalui Universitas Islam Negeri syarif Hidayatullah Jakarta memiliki program pengenalan kampus yang diberi nama PBAK(Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan). Dengan diadakannya program tersebut para mahasiswa baru diharapkan dapat mengenali tata tertib serta peraturan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. PBAK tersebut diselenggarakan dalam waktu 5 hari tepatnya tanggal 24,27,28,29, dan 30 Agustus 2018. Di masa PBAK tersebut saya mengenal beberapa orang teman, salah satunya Sandri, sandri berasal dari Subang Provinsi Jawa Barat dia merupakan mahasiswa semester 3. suatu hari dimata kuliah Bahasa Indoneisa setiap mahasiswa diperintahkan untuk saling mengenal satu sama lain serta menceritakan kejadian unik dalam hidupnya. Saat itu saya berbagi cerita dengan Sandri, saya menceritakan salah satu kejadian unik dalam hidup saya yaitu saat saya masih kecil saya pernah terjatuh kesebuah semur, dan saat itu saya tidak bisa berenang, beruntungnya saya melihat sebuah akar dari pohon yang berada di pinggir sumur tersebut, setelah 3 kali mencoba akhirnya saya berhasil meraih akar tersebut dan Alhamdulillah saya masih diperkenankan oleh Allah untuk melanjutkan hidup hingga saat ini. Sandri juga menceritakan hal yang tidak kalah menarik, ia menceritakan pengalamannya di daerah asalnya dulu, ia mengatakan bahwa saat masih kecil ia pernah mencuri mangga milik warga kampung, namun sialnya aksinya tersebut tertangkap mata oleh sang pemilik, sontak saja Sandri melompat dan berlari, namun sang pemilik tak berputus asa, ia tetap mengejar sandri, tapi Sandri kecil amat lincah, berlari diantara sawah-sawah penduduk sang pemilik kewalahan mengejar Sandri, dan Sandri dengan kaki kecil dan tubuh mungilnya dengan santainya berlenggak lenggok melewati persawahan tersebut, sang pemilik pun akhirnya menyerah dan Sandri pun menjadi pemenang di ajang kejar-kejaran tersebut.
Itulah sedikit hal yang telah saya lalui hingga saat ini saya berharap dengan apa yang telah saya lalui saya tidak cepat merasa puas dan terus mencoba menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dan saya berharap dengan apa saya dapatkan sekarang dapat membantu Indonesia menuju lebih baik dan lebih baik lagi.

Komentar